Chemistry in Nature: Eksplorasi Asam Basa dengan Ekstrak Tumbuhan di MTs Ma’arif Al Hamid
www.mediaahaz.com - Cirebon (21/01/2026) Siswa kelas 9 MTs Ma'arif Al-Hamid melakukan sebuah petualangan ilmiah yang unik di lingkungan madrasah. Alih-alih hanya menggunakan kertas lakmus pabrikan, kami mencoba menggali potensi alam sebagai alat deteksi kimia. Melalui praktikum berjudul "Chemistry in Nature", kami membuktikan bahwa ilmu kimia tidak hanya ada di dalam buku, tetapi juga tersimpan dalam pigmen tumbuhan yang ada di sekitar kita.
Mengenal Indikator Alami
Dalam percobaan kali ini, kami memilih tiga bahan alami sebagai bintang utama: Kunyit, Bunga Sepatu, dan Daun Suji. Ketiga bahan ini diolah dengan cara ditumbuk dan diambil ekstraknya. Kunyit yang kaya akan kurkumin memberikan warna kuning pekat, sementara mahkota bunga sepatu menghasilkan warna merah tua yang anggun. Daun suji, yang biasa digunakan sebagai pewarna makanan, menyumbangkan ekstrak berwarna hijau segar. Ketiganya bertindak sebagai "detektif" yang akan mengungkap jati diri larutan yang kami uji.
Proses Pengujian dan Keajaiban Perubahan Warna
Kami menyiapkan tiga jenis larutan yang mewakili sifat kimia yang berbeda: cuka makan dan jeruk nipis untuk mewakili sifat asam, serta air sabun untuk mewakili sifat basa. Keajaiban dimulai saat ekstrak tumbuhan diteteskan ke dalam masing-masing larutan.
• Ekstrak kunyit yang awalnya kuning berubah menjadi jingga gelap menuju kecokelatan saat menyentuh air sabun, namun tetap kuning cerah saat bertemu cuka dan jeruk nipis.
• Bunga sepatu memberikan kontras yang paling cantik; warnanya berubah menjadi merah muda cerah di dalam larutan asam, namun seketika berubah menjadi hijau kekuningan saat bereaksi dengan basa.
• Sementara itu, daun suji menunjukkan karakteristik yang lebih stabil; meski gradasi warnanya tidak se-ekstrem kunyit, ia tetap menunjukkan perubahan hijau yang lebih pekat pada larutan tertentu.

Makna di Balik Percobaan
Melalui pengamatan ini, kami belajar bahwa perubahan warna tersebut bukanlah sihir, melainkan reaksi kimia antara senyawa antosianin atau kurkumin dengan derajat keasaman (pH) suatu zat. Jeruk nipis dan cuka yang memiliki rasa masam terbukti bersifat asam melalui uji warna ini, sedangkan air sabun yang bersifat licin terbukti sebagai basa.
Kesimpulan
Praktikum di MTs Ma'arif Al-Hamid ini memberikan kesimpulan berharga bahwa alam telah menyediakan indikator kimia yang ramah lingkungan dan mudah didapat. Menggunakan kunyit, bunga sepatu, dan daun suji bukan hanya memudahkan kita memahami pelajaran IPA, tetapi juga mengajarkan kita untuk lebih menghargai kekayaan hayati yang Allah ciptakan di sekitar kita




Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Kenapa Kertas HVS mampu Menahan Air saat Gelas Dibalikkan?
Pernahkah kamu berpikir bagaimana balon dapat terbang di udara? Hal ini menunjukkan bahwa gas memiliki tekanan seperti yang dialami zat cair dan zat padat. Saat gelas berisi air d
Kenapa Kapal Laut dapat Mengapung di Lautan?
Pernahkah kamu perhatikan bagaimana kapal yang besar dapat mengapung di permukaan laut? Bagi ilmuwan yang membuat kapal, perlu memerhatikan tekanan hidrostatis air laut. Hal in dikarena
Sang Dewandaru, Cherry Belanda
Pohon dewandaru dalam terminologi Jawa dapat diartikan sebagai kayu ‘Pembawa Wahyu Dewa’. Kata dewandaru banyak dijumpai dalam kisah pewayangan maupun dalam khasanah bahasa
Tanya Sains: Mengapa salinitas (kadar garam) tanah yang mengikat akan membahayakan tanaman budidaya?
Pernahkah kamu menyiram tumbuhan dengan air garam? Lantas, apa yang terjadi pada tumbuhan tersebut setelah kamu menyiramnya? Faktor yang menentukan keberhasilan tumbuh tanaman ad
